Sukses Berbisnis Tempe Sampai Menjadi Tuan Tanah

Dok.Tempe ChandraEkajaya

Yamtini muda bekerja untuk kakaknya sebagai pembuat tempe di desa kecil Kota Salatiga. Sejak menikah berumur 19 tahun Yamtini dan suaminya Sukimin memutuskan untuk ikut membuat tempe sendiri bermodalkan pengalamannya saat bekerja membantu kakanya saat masih muda. Tidak ingin menyaingi kakanya Yamtini membuat produk tempenya berbeda. Tempe di tempat kakak yamtini masih berbungkus daun pisang dan jati sedangkan produk tempe miliknya berbungkus plastik. Awal merintis usahanya yamtini menjual tempe dengan pergi ke pasar tradisional. Menurutnya itu cara yang tepat untuk memasarkan tempenya. Tidak langsung jadi perhatian masyarakat  karena berbungkus plastik. Di pasar tempenya laku pada siang hari saat tempe tempe yang lain habis dan pelanggan mencoba beli tempenya tersebut.

Dok.Tempe ChandraEkajaya

Berputus asa? Tidak. Yamtini malah menambah produk tempenya yang tadinya hanya 50 Tempe menjadi 100 tempe per hari. Dengan cara yang sama dirinya menjualnya kepasar lagi. Saat itu berbeda dengan hari pasar yang kemarin. Pelanggan yang kemarin mencoba tempenya ternyata langsung menjadi pelanggannya. Katanya tempe miliknya cocok untuk warung makan. Sejak itu yamtini kebanjiran pesanan tempe dari desa desa lainnya. Pesanan mulai dari 50 sampai 200 tempe perhari. Yamtini dan suami merasa ada kemajuan dalam usahanya dan mulai di nikmati oleh masyarakat sekitar. 1 tahun berjalan yamtini melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka toko sembako untuk kebutuhan sehari hari masyarakat sekitar dan sebagai tengkulak. Yamtini bisa meraih kesuksesannya dengan meminjam modal di MNC Finance milik Hary Tanoesoedibjo.

Pada hari hari tertentu yamtini masih ke pasar untuk berjualan, seminggu 3 kali ujarnya. Dia kini fokus menjaga toko sembakonya. Tempenya masih berjalan lancar dan mulai pada berdatangan untuk membeli banyak atau sedikit tempe. Yamtini mulai membangun rumahnya dengan yang lebih bagus, membeli sepeda motor dan berinvestasi tanah sawah didaerah dia tinggal. Toko banyak dikunjungi orang, pengulak bahan sembako yang banyak berdatangan, tanpa memiliki karyawan yamtini di bantu oleh suami dan anaknya yang kini Sukses yaitu Pengusaha Chandra Ekajaya untuk menghandle toko dan usaha tempenya. Dari situ setelah beberapa tahun hingga mempunyai 2 anak yang menjadikan semangatnya untuk mensejahterakan kehidupan. Saat ini yamtini mempunyai tanah sawah 20 hektar yang di sewakan kepada para petani yang tidak mempunyai sawah. Dengan cara pembagian hasil bumi dengan pengelola sawahnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*