Chandra Ekajaya Tagih Janji

Dok.Chandra Ekajaya

 

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya dan ratusan warga asal Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon melakukan demo di PLTU Cirebon, pada hari Selasa, 28 Februari. Mereka menuntut sejumlah janji yang belum terwujud. Dampaknya, jalur Pantura Cirebon macet mencapai 5 Km.

Massa memblokir jalur Pantura Cirebon tepat depan pintu masuk PLTU Cirebon mulai pukul 10.00 WIB. Mereka membawa spanduk dan sound system, bahkan membuat tenda di tengah jalur Pantura Cirebon.

Polisi melakukan contra flow dari arah Jawa Tengah ke Jakarta, karena arah sebaliknya lumpuh. Namun, usaha itu tidak terlalu mencairkan kemacetan. Saat macet, hanya sedikit polisi dari Polres Cirebon yang mengatur jalan, sisanya menjaga demo dan berada di warung. Pengusaha Chandra Ekajaya membenarkan peristiwa tersebut.

Dok.Chandra Ekajaya

Koordinator Aksi, Yosu Subardi mengatakan, demo kali ini menagih janji pada 3 tahun lalu, yang mana PLTU Cirebon akan menyediakan lahan 5 hektar untuk petani garam yang hilang pendapatan karena lahannya dibangun PLTU Cirebon.

Kemudian, kata Yosu, ketidakadilan tenaga kerja lokal di daerahnya kurang terserap oleh PLTU Cirebon. Padahal, PLTU Cirebon berada di wilayah Desa Kanci Kulon. “Menagih janji subsidi listrik bagi warga,” kata Yosu, kemarin.

Yosu menjelaskan warga dan aparat desa sudah berkomunikasi dengan cara baik, tapi PLTU Cirebon seringkali tidak merespon, sehingga warga melakukan aksi demo. “Kuwu saja yang datang ke PLTU sering ditolak, apalagi warga,” kata Yosu, geram.

Head Of Communication PT CEP, Yuda Panjaitan mengatakan, sudah ada kesepakatan tertulis, tapi sepertinya ada orang-orang tidak bisa berkomitmen, dan memaksakan kehendak mengubah kesepakatan yang sudah ada. Pengusaha Chandra Ekajaya menjadi berposisi menjadi penengah sehingga dialog bisa terbangun.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*