Yohanes Chandra Ekajaya Bantu Album Baru Slank Pala Lu Peyank

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Slank merupakan grup musik yang sudah lama berdiri di Indonesia. Sejak dulu grup ini mempunyai banyak masa fans nya sendiri menurut Yohanes Chandra Ekajaya. Untuk setiap konser saja ribuan masa pasti berkumpul untuk menonton dan menikmati kerennya Grup yang sudah sangat legend ini. Di usianya yang sudah termasuk tua ternyata produktivitasnya dalam membuat album tak pernah henti. Hal itu dibuktikan dari dua album yang sudah mereka rilis tahun 2016 kemarin dan rencana akan melaunching satu album lagi tahun 2017 ini.

Rencananya,  band yang berdiri sejak 1983 ini  akan mengeluarkan album terbarunya pada 20 Februari mendatang. Proses produksi album ke-22 band yang kini diisi Bimbim, Kaka, Ivanka, Ridho, dan Abdee telah dimulai. Menurut penggebuk drum, Slank telah memiliki lima lagu sebagai materi untuk album baru. “Kemarin ke Bali dapat nulis tiga lagu, di Pekanbaru satu lagu, dan di studio Potlot satu lagu,” kata kata Bimbim kepada JawaPos.com saat ditemui Yohanes Chandra Ekajaya di rumahnya, Jalan Potlot, Jakarta Selatan.

Bimbim memberi sedikit bocoran tentang album baru Slank. Dia menyebut materi yang sedang dikerjakan jauh berbeda dari beberapa album terakhir Slank.  Sebanyak  lima lagu yang mulai direkam  terbilang cukup keras dan lebih rock.  Menurut Bimbim, dia dan yang lainnya ingin mengembalikan Slank ke nuansa hardrock pada album Kampungan yang dipasarkan tahun 1991.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya selaku pimpinan distributor untuk masalah penyebaran dan launching album Slank terbaru yang berjudul Pala Lu Peyank menyatakan bahwa album ini akan didistribusikan lewat i tune dan beberapa toko kaset yang beredar di negeri ini. “Ya nanti untuk masalah distribusi album sendiri akan kita sebar lewat beberapa media partner dan toko-toko musik yang ada dalam berbagai macam bentuk” kata Yohanes Chandra Ekajaya yang diwawancarai di Jakarta.

Pilihan Slank untuk kembali mengusung musik yang lebih keras itu tentu punya alasan. Bimbim mengungkapkan ini adalah imbas dari perjalanan kariernya bersama band sampingannya, The Sidhartas yang didirikan tahun lalu. Band bergenre punk ini membuat naluri Bimbim kembali terasah. Sehingga ide-ide itu ditularkan ke Slank sebagai rumahnya.”Gue pernah baca buku, kalau kita melakukan sesuatu di luar kebiasaan, pas balik ke rumahnya justru akan lebih hebat. Terbukti sih, pas rekaman Slank gue merasa lebih wow,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bimbim juga memberi sedikit bocoran soal lirik-lirik yang diangkat untuk album terbaru Slank. Dia mengatakan masih mengemukakan lirik seputar lingkungan, cinta, politik, hingga masalah sosial. “Masih ada seputar lingkungan, kayak lagu yang ditulis di Pekanbaru, kita buat soal kebakaran hutan,” ujar ayah tiga anak ini. Yohanes Chandra Ekajaya menyatakan bahwa album ke -22 Slank ini tidak digarap secara lengkap oleh semua personil dari Slank karena sang gitaris Abdee harus absen karena masih dalam masa istirahat dan pemulihan dari penyakit ginjal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*